Diseminasi Teknologi

Pengendalian Hama Kutu Putih Pada Tanaman Pepaya Menggunakan Insektisida Nabati

Sabtu, 28 Jun 2025
Sumber Gambar :

Kutu putih adalah serangga kecil berwarna putih yang hidup bergerombol pada tanaman. Hama ini menghisap cairan tanaman yang akan menyebabkan daun menguning, pertumbuhan terhambat, dan bahkan kematian tanaman, hama ini juga dapat menyebarkan penyakit pada tanaman. Kutu putih adalah hama yang umum pada tanaman dan dapat menyebabkan kerusakan signifikan. Untuk mengatasi hama ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, mulai dari penggunaan predator alami hingga insektisida

Pepaya merupakan salah satu tanaman buah yang banyak diminati konsumen. Buahnya yang manis. menyegarkan, dan harga terjangkau sering dikonsumsi masyarakat setiap hari. Hampir di setiap rumah di pedesaan menanam tanaman ini di pekarangan rumah. Budidayaan pepaya secara luas sering menghadapi tantangan dengan kebaradaan serangga hama, terutama kutu putih (Paracoccus marginatusLinnaeus).

Kutu putih merupakan serangga hama yang bersifat polifag (menyerang banyak jenis tanaman). Pada pepaya, hama ini ditemukan berkoloni pada bagian daun dan buah. Serangannya dapat menurunkan nilai produksi dan kualitas buah karena menghisap cairan pada kelopak bunga, daun dan buah, sehingga mengakibatkan bagian tumbuhan yang dihisap menguning dan lama kelamaan gugur. Serangan pada buah yang belum matang menyebabkan buah yang terbentuk menjadi tidak sempurna, dan menghitam karena ditutupi oleh embun jelaga. Kutu putih ini mengeluarkan ekskresi yang disukai oleh semut, karena rasanya manis. Semut bergerombol disekitar kutu putih, kemudian terbentuk embun jelaga yang menyebabkan buah menjadi hitam.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengendalikan kutu putih, antara lain dengan menggunakan insektisida kimiawi dan insektisida nabati. Penggunaan insektisida kimiawi meninggalkan residu yang berbahaya bagi konsumen dan merusak lingkungan, serta resistensi pada serangga hama.

Penggunaan insektisida nabati merupakan cara bijak dalam mengendalikan hama ini,  salah satu bahan yang dapat digunakan adalah minyak sereh wangi.

Mengpa disebut aman bagi lingkungan karna minyak sereh wangi tersusun dari beberapa senyawa yang mudah menguap (volatil), dan mempunyai tingkat persistensi rendah, sehingga aman bagi lingkungan dan produk pertanian. Minyak sereh wangi mengandung sitronella, geraniol dan sitral. Sitronella pada minyak sereh wangi berperan sebagai bahan insektisida yang bekerja sebagai antifeedant (menghilangkan nafsu makan serangga hama), dan repelen (gejala penolak).

Aplikasi minyak sereh wangi dalam mengendalikan kutu putih pada papaya, hasil pengujian BSIP Buah Tropika dalam mengendalikan hama kutu putih pada pepaya, diperoleh rekomendasi bahwa dosis penyemprotan minyak sereh wangi, 0,5 sampai 2 ml/l dapat menyebabkan kematian yang cukup tinggi pada kutu putih

 

Disusun oleh : Edwin Herdiansyah, SP

Sumber          : BRMP Buah Tropika

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook