Produksi padi gogo di Indonesia memiliki potensi yang cukup besar, meskipun kontribusinya terhadap total produksi padi nasional masih sekitar 5%. Padi gogo ditanam di lahan kering dan tidak membutuhkan sistem irigasi, menjadikannya solusi untuk daerah dengan keterbatasan air. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan padi gogo untuk meningkatkan produksi padi nasional dan mencapai swasembada pangan. BRMP Padi telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi padi yaitu Varitas Unggul Baru (VUB) padi.
Inpago 12 Agritan merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) Inbrida Padi Gogo (INPAGO), memiliki beberapa keunggulan diantaranya: Toleran terhadap kekeringan dan keracunan almunium, Tahan terhadap penyakit blas, Mampu berproduksi di lahan kering masam, Memiliki daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.
Varietas Inpago 12 merupakan persilangan antara varietas lokal Selegreng dengan varietas Ciherang dan Kencana Bali, dengan no seleksi B12828E-TB-2-11-22, dilepas tahun 2017 dengan nomor SK Menteri Pertanian: 324/Kpts/TP.030/5/2017 Tanggal 22 Mei 2017. Deskripsi varietas secara lengkap sebagai berikut:
Umur tanaman : ±111 hari setelah sebar
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : ±106 cm
Daun bendera : Agak miring
Jumlah gabah isi per malai : ±164 butir
Bentuk gabah : Sedang
Warna gabah : Kuning bersih
Kerontokan : Sedang
Kerebahan : Tahan rebah
Tekstur nasi : Sedang
Kadar amilosa : ± 22,8 %
Berat 1000 butir : ± 26 gram
Rata – rata hasil : ± 6,7 t/ha GKG
Potensi hasil : 10,2 t/ha GKG
Ketahanan terhadap Hama : Agak rentan wereng batang coklat
biotipe 1 dan 2
Ketahanan terhadap Penyakit : Tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan 073,
Agak tahan terhadap ras 133, 001, 013, 023, 051 dan 101,
rentan blas ras 173 dan 041
Anjuran tanam : Beradaptasi dengan baik di lahan kering subur dan lahan
kering masam dataran rendah sampai 700 m dpl
Padi Inpago 12 Agritan telah ditanam di IP2TP Tegineneng Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung, benih padi inpago yang ditanam merupakan benih pokok dengan label ungu sehingga masih memungkinkan dijadikan sebagai benih sebar.
Ditulis oleh : Betty Mailina, SP, MP
Sumber: BRMP Padi

Pendayagunaan Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Melalui Desiminasi Teknologi Informasi
REDAKSI
Tentang KamiKontak