Gerbang Nasional

Kementan Optimalkan Peran Penyuluh Pertanian Kawal Pupuk Bersubsidi

Sabtu, 26 Jul 2025
Sumber Gambar : Ebb

Jakarta - Untuk memastikan program pupuk bersubsidi tepat sasaran dan berjalan transparan, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) kembali menggelar Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 22 secara daring pada Jumat (18/07/2025). Tema yang diangkat kali ini adalah "Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian dalam Program Pupuk Bersubsidi".Acara ini menegaskan peran penting penyuluh dalam memastikan pupuk subsidi dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa proses verifikasi dan validasi (verval) data sangat krusial untuk menjamin distribusi pupuk bersubsidi berjalan tepat sasaran serta mencegah potensi penyimpangan di lapangan.

Sementara, Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti menggarisbawahi posisi bahwa penyuluh adalah simpul penting dalam rantai implementasi kebijakan pemerintah.

“Penyuluh diharapkan dapat mengawal verifikasi dan validasi penebusan pupuk sesuai lokai dan penyuluh juga wajib aktif mendampingi petani Ketika menebus pupuk di kios resmi," ungkap Kabadan Santi.

Sedangkan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Tedy Dirhamsyah menyoroti peran strategis penyuluh sebagai penghubung antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di lapangan.

 

Optimalisasi pelaporan adalah bentuk akuntabilitas kita semua.

Tedy menambahkan bahwa pupuk bersubsidi merupakan salah satu program penting dari pemerintah untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dengan harga input yang terjangkau.

Tata kelola pupuk bersubsidi bertujuan untuk mengoptimalkan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi dalam rangka mencapai ketahanan pangan.

Namun, tantangannya tidak sedikit mulai dari distribusi, ketepatan sasaran, hingga pengawasan di lapangan. Disinilah peran penyuluh pertanian menjadi sangat krusial, ungkap Tedy. 

Sebagai narasumber, Sry Pujiati memaparkan peran strategis penyuluh pertanian dalam mendukung tata kelola pupuk subsidi, terutama dalam konteks Peraturan Presiden Nomor Tahun 2025. 

Penyuluh adalah garda terdepan dalam program pupuk bersubsidi.

Mereka tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan data petani benar dan pupuk sampai ke tangan yang berhak.

"Salah satu tantangan terbesar penyuluh pertanian adalah memastikan e-RDKK disusun dengan benar dan tepat", ucapnya.

Kami bahkan mendorong penyuluh untuk juga memfasilitasi inovasi, seperti penggunaan pupuk organik dan teknologi pertanian ramah lingkungan, sebagai langkah menuju sistem pertanian berkelanjutan.

Sebagai penguatan dalam pelaksanaan program pupuk bersubsidi, Ketua Kelompok Substansi Pupuk Bersubsidi, Pujiati menyampaikan bahwa setiap tanggal 2 hingga 10 setiap bulannya, tim verifikasi dan validasi (verval) akan melakukan pemeriksaan terhadap realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan.

Dirinya menegaskan bahwa penyuluh pertanian perlu memahami prosedur verval secara menyeluruh, karena keterlibatan aktif penyuluh dalam proses tersebut sangat penting untuk memastikan ketepatan data dan ketepatan sasaran program.

“Pengawasan pupuk subsidi bukan hanya tugas aparat. Penyuluh punya posisi strategis untuk mendeteksi dini adanya penyelewengan dan membantu petani menyampaikan keluhan ke pihak berwenang,” tegasnya.

   

Acara MSPP selalu diikuti dengan antusias oleh penyuluh pertanian dari berbagai wilayah. Mulai dari UPT Pusat, Dinas Kabupaten/Kota, hingga penyuluh swadaya.

Sesi tanya jawab berlangsung aktif dengan pertanyaan seputar distribusi pupuk, teknis verval, hingga penguatan kapasitas penyuluh.

 

Melalui acara MSPP, Kementerian Pertanian berharap seluruh penyuluh di Indonesia semakin siap dan solid dalam mengawal kebijakan pupuk bersubsidi.

Langkah nyata di lapangan akan menentukan efektivitas program dan penyuluh adalah kunci keberhasilannya.

 
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook