Materi Penyuluhan

PESTISIDA NABATI DARI SERAI WANGI

Selasa, 29 Jul 2025
Sumber Gambar : www.google.com

Serai wangi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang cukup digemari saat ini yang banyak dikembangkan di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Aceh, Jambi, Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Kep. Bangka Belitung, Bali, NTB dan NTT.

Tanaman serai wangi selain menghasilkan minyak yang dikenal dengan nama Java Citronella Oil, dapat juga dimanfaatkan sebagai tanaman konservasi pada lahan kritis, baik untuk penghijauan pada lahan-lahan yang terkena erosi maupun reklamasi pada lahan bekas tambang dan lahan gambut.  Tanaman serai wangi terutama pada batang dan daunnya mengandung zat-zat seperti geraniol, metil heptenon, terpen-terpen, terpen alkohol, asam-asam organik dan terutama sitronelal yang bisa dimanfaatkan sebagai penghalau nyamuk serta anti jamur utamanya terhadap jamur Malassezia furfur (jamur penyebab penyakit kulit panu).  

Selain itu serai wangi juga dapat dimanfaatkan untuk pestisida organik.  Hal ini dikarenakan serai wangi memiliki kandungan senyawa aktif dipentena, farnesol, geraniol, mirsena, metal heptenol, sitronella, nerol dan sitral yang dapat digunakan untuk pengendalian hama tanaman seperti kepik cokelat, kutu tanaman dan beberapa serangga Tribolium sp, Sitophilus sp, Callosobruchus sp, nematoda Meloidogyne sp, dan jamur Pseudomonas sp.

Cara pembuatan pestisida organik berbahan baku serai wangi dan aplikasinya

  1. Pestisida organik berbahan baku serai wangi dibuat dengan memanfaatkan batang serai wangi segar yang sudah bersih dari daun dan kotoran sebanyak 100 gram.
  2. Batang serai ditumbuk dan dimasukkan kedalam panci yang berisi 2.000 ml atau 2 liter air bersih
  3. Rebus serai wangi tersebut hingga mendidih selama 40 menit sambil di aduk-aduk sampai mengeluarkan minyak atsirinya.
  4. Diamkan selama 24 jam, kemudian ekstrak pestisida nabati serai wangi siap digunakan.
  5. Penggunaan ekstrak pestisida nabati serai wangi dilakukan dengan melarutkan 75 ml ekstrak pestisida nabati serai wangi kedalam 100 ml air bersih.
  6. Untuk pengendalian hama dapat dilakukan penyemprotan pestisida organik ekstrak serai wangi 1 (satu) minggu sekali selama 3 (tiga) minggu berturut-turut menggunakan hand sprayer yang dilakukan pada pagi.

 

Keuntungan menggunakan ekstrak serai wangi sebagai pestisida nabati adalah pestisida ini merupakan bahan alami yang mudah terurai sehingga aman terhadap lingkungan dan produk pertanian, memiliki harga yang relatif lebih murah dibanding dengan bahan pestisida sintetik, dan aplikasi yang relatif mudah sehingga dapat dilakukan oleh setiap orang.

Penulis :   Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan)

Sumber :

Serai Wangi : Kaya Akan Manfaat Dan Peluang Yang Menjanjikan, 2020. https://ditjenbun.pertanian.go.id/serai-wangi-kaya-akan-manfaat-dan-peluang-yang-menjanjikan/

Pembuatan Ekstrak Serai Wangi Sebagai Pestisida Nabati. 2023. https://ditjenbun.pertanian.go.id/pembuatan-ekstrak-serai-wangi-sebagai-pestisida-nabati/

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook