Materi Lokalita
SUMATERA BARAT > KABUPATEN SOLOK > BUKIT SUNDI

Penerapan Sawah Pokok Murah Untuk Efisiensi Biaya Produksi Tanaman Padi

Jum'at, 01 Agu 2025
Sumber Gambar : Dokumen pribadi Rosi Zurmi

Sawah pokok Murah (SPM) adalah salah satu upaya bertani sawah dengan memanfaatkan  sumberdaya lokal , tanpa pengelolaan tanah dan tidak memerlukan biaya yang mahal. Inovasi ini selaras dengan metode dan tujuan pertanian berkelanjutan yaitu memberikan  berbagai manfaat yang signifikan baik bagi lingkungan maupun peningkatan ekonomi masyarakat.

Berawal dari gagasan  seorang mantan Kepala Dinas Pertanian  Propinsi Sumatera Barat  Bapak Ir.Joni maka Sawah Pokok Murah muai dikembangkan dikabupaten/kota Propinsi Sumatera Barat sejak tahun 2023 termasuk di Kabupaten Solok.  Karena Pelaksanaan SPM ini cepat diadaptasi maka penerapan  SPM juga telah dilaksanakan di nagari Bukit Tandang Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok dengan penanaman mulai dilaksanakan pada tanggal 28 april 2025. Berdasarkan pengamatan lapangan penerapan Sawah pokok Murah  sangat praktis dan mudah dilaksanakan oleh petani karena hal sebagai berikut :

  1. Tidak melakukan pengolahan tanah
  2. Tidak menggenangi sawah namun tanah tetap dijaga dalam kondisi lembab
  3. Tidak membakar jerami karena akan dipakai sebagai Mulsa Jerami
  4. Menanam benih umur Muda dengan metode tanam jajar legowo 4 :1
  5. Efisiensi dalam penggunakan pupuk buatan
  6. Mengurangi dalam pengunaan pestisida kimia karena menerapkna konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT)

Dengan prinsip SPM ini dimana tanah tidak dilakukan  pembajakan menggunakan mesin handtraktor, dan tdak dicangkul. Hanya saja dilakukan pembuatan bedeng/saluran air dengan langkah persiapan lahannya sebagai berikut :

  1. Terlebih dahulu lakukan pemotongan pangkal jerami saat setelah panen
  2. Lakukan penggenangan air dalam sawah agar tanah menjadi lunak untuk pembuatan parit-parit
  3. Buatlah parit selebar mata cangkul , lebih kurang kedalaman 15 cm dengan lebar 25 cm.
  4. Selanjutnya tutup bedengan dengan menggunakan jerami ( sebagai mulsa) setebal lebih kurang 5 cm dengan arah pangkal jerami  disisi luar bedengan  dan ujung jerami disisi dalam bedengan.   Usahakan seluruh permukaan tanah tertutup dengan jerami untuk mengendalikan terjadinya pertumbuhan gulma.

Setelah Persiapan lahan selesai maka baru kita lakukan persemaian seperti biasa dengan terlebih dahulu kita lakukan seleksi benih.  Dan ketika benih berumur lebih kurang 15 hari maka benih siap untuk dipindahkan tanam ke lokasi yang sudah kita siapkan dengan tetap memperhatikan jumlah benih ditanam 2-3 batang perlobang tanam, ditatam kedalaman 1-2 cm  dan jarak tanam 25cm x 25cm ( 4 baris dalam satu bedeng tanam).

Dengan melihat perkembangan tanaman di lokasi Nagari Bukit Tandang ini, maka Sawah pokok Murah ( SPM) dengan menggunaan mulsa jerami  menjadi solusi bagi petani untuk efisiensi dalam biaya produksi usaha tani padi sawah dan sekaligus dapat menigkatkan produksi padi itu sendiri.

Sumber : Buku saku SPM dan penerapan SPM diNagari Bukit Tandang

Dituis Oleh : Rosi Zurmi,SP ( Penyuluh Pertanian Ahli Pertama BPP Kec. Bukit Sundi kab. Solok)

 

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook